Pages

Rabu, 25 Desember 2013

TENTANG ANAK INDIGO



Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh
Akhir-akhir ini kita sering dikejutkan oleh anak yang memiliki pola pikir berbeda dengan anak seusianya. Daya nalar mereka cenderung dewasa, padahal usianya belum mencapai belasan. Nah, anak-anak ini bisa saja merupakan anak indigo. Lho, apa itu anak indigo?
Istilah indigo berasal dari bahasa Spanyol yang berarti nila. Warna ini merupakan kombinasi warna biru dengan ungu. Warna-warna tersebut diidentifikasi lewat cakra di tubuh. Letak indigo ada di kening, persisnya antara cakra leher yang berwarna biru dengan cakra puncak kepala yang berwarna ungu. Istilah “anak indigo” atau indigo children juga merupakan istilah baru yang ditemukan konselor terkemuka di AS, Nancy Ann Tappe.
Pada pertengahan tahun 1970-an, Nancy meneliti warna aura manusia dan memetakan artinya untuk menandai kepribadiannya. Tahun 1982 ia menulis buku Understanding Your Life Through Color. Penelitian lanjutan untuk mengelompokkan pola dasar perangai manusia melalui warna aura, mendapat dukungan psikiater Dr. McGreggor di San Diego University. Dalam klasifikasi yang baru itu Nancy membahas warna nila yang muncul kuat pada hampir 80 persen aura anak-anak yang lahir setelah 1980. Warna itu bisa dilihat dengan Foto Kirlian atau dengan alat generasi baru sejenis seperti Video Aura.
Anak indigo memiliki roh yang sudah tua (old soul) sehingga dalam keseharian, tidak jarang memperlihatkan sifat orang dewasa atau tua. Tidak heran jika mereka kedapatan sangat bijak yang kadang berbicara seperti orang tua dengan hikmat luar biasa yang tidak mungkin diucapkan oleh bocah seusianya. Bahkan orang tuanya sekalipun bisa saja kalah bijak dengan anak indigo ini.
Para psikolog yang mendalami masalah indigo percaya bahwa proses reinkarnasi benar-benar ada. Proses reinkarnasi adalah proses terlahir kembali. Menurut mereka, anak-anak indigo ini adalah adalah roh yang telah berkali-kali mengalami proses tersebut. Lewat proses inkarnasi yang berulang-ulang inilah roh-roh mereka belajar dan mengalami penuaan jiwa.Tidak heran jika kemudian anak-anak dengan old soul ini sanggup melihat masa lalunya sendiri atau orang lain. Dr. Tb. Erwin Kusuma, SpKJ, psikiater anak dengan pendalaman di bidang kesehatan mental spiritual yang juga indigo mencontohkan, seorang anak indigo yang melihat masa lalunya sebagai orang Amerika yang dahulu meninggal karena pesawatnya jatuh, ataupun adapula anak yang berkata, “Nenek kan dulu adik saya!”
Anak-anak ini memiliki kesadaran yang lebih tinggi daripada kebanyakan orang, mengenai siapa diri mereka dan tujuan hidup mereka. Seringkali anak indigo diperlakukan seperti anak kecil dan tak mau mengikuti tata cara maupun prosedur yang ada.

Anak indigo yang memiliki kemampuan indra keenam/sixth sense dapat menembus ruang dan waktu. Kemampuan menembus ruang artinya dalam waktu yang bersamaan, mereka dapat mengetahui apa yang terjadi di tempat lain padahal mereka tidak berada di tempat tersebut. Sedangkan kemampuan menembus waktu artinya mereka dapat mengetahui apa yang akan terjadi atau yang sudah terjadi, namun tidak bisa dipersepsi oleh indra biasa.
Dengan asumsi tersebut, menurut Erwin, anak indigo bisa ditandai cerdas dan kreatif, karena dia sudah melalui cakra leher yang berwarna biru. Dalam kondisi sudah melewati biru, maka dia masuk dalam kategori indigo, baik secara mental maupun spiritual. Apabila difoto aura, seakan-akan tampak memakai serban dengan warna biru. “Hanya saja, saat ia lahir, jasmaninya kecil, tidak sematang mental dan spiritualnya," Erwin menambahkan.
Ciri-ciri lain yang mudah dikenali adalah punya kemampuan spiritual tinggi. Anak indigo kebanyakan bisa melihat makhluk atau materi-materi halus yang tidak tertangkap oleh indra penglihatan biasa. Kemampuan spiritual semacam itu masuk dalam wilayah ESP (extra-sensory perception) alias indra keenam.
Fenomena lahirnya anak-anak berkemampuan lebih ini sebenarnya sudah sejak lama ada. Sebastian Bach, Albert Einstein, dan Thomas Alfa Edison bisa dikategorikan sebagai anak indigo. Musik yang diciptakan Bach dapat disebut sebagai tipe musik anak indigo. Ia menciptakan musik sambil melamun, sama seperti Einstein yang mendapat rumus saat sedang bengong. Sedangkan, Thomas Edison dikategorikan indigo oleh karena rasa ingin tahunya yang besar dan selalu bertanya-tanya ataupun selalu berusaha mencari jawaban-jawaban dari segala pertanyaan yang muncul di benaknya.
Mistikus Amerika Edgar Cayce (1877 – 1945), yang mampu melihat aura orang lain, mengatakan bahwa kelompok-kelompok individu yang luar biasa dan amat mengagumkan akan mulai turun berinkarnasi ke Bumi selambat-lambatnya pada abad ke-20 dan seterusnya. Ia mengatakan bahwa mereka akan datang dengan sebutan Anak-Anak Indigo.
Munculnya anak-anak ini tidak lepas dari pengaruh perubahan getaran bumi. Pada tahun 1970 sampai 1980-an, resonansi bumi sekitar 7,83 Hz. Di tahun 2000 menjadi 8,5-9 Hz, sedangkan di tahun 2004 sudah mencapai 13,5 Hz. Secara metafisik, getaran bumi yang semakin cepat akan menimbulkan satu fase, yang menyebabkan terjadinya kenaikan tingkat ke dimensi yang lebih tinggi. Secara teoretis, getaran bumi yang semakin cepat akan membuat bumi semakin panas dan suhu ikut meningkat. Kenaikan ini juga mengakibatkan perubahan yang cukup signifikan, sehingga membutuhkan orang tertentu untuk menyeimbangkannya.
Sebuah penelitian di Rusia menunjukan bahwa sekitar 95 persen anak-anak yang lahir sejak 1994 tergolong “anak indigo”. Hal itu bisa dibuktikan melalui lingkaran cahaya biru di sekeliling tubuh mereka. Fungsi organ dalam anak-anak ini juga telah mengalami perubahan yakni sistem kekebalan tubuh mereka lebih kuat beberapa kali lipat dibanding orang pada umumnya, kebal terhadap penyakit, bahkan dapat melawan penyakit AIDS, dan DNA mereka juga tidak sama. Para ilmuwan menduga, bahwa mungkin dikarenakan variasi gen, ribuan warga di bumi sudah bukan tergolong “manusia lama” lagi, sebuah spesies manusia yang baru sedang lahir, meskipun perkembangan proses ini lamban namun diyakini benar-benar sedang muncul.
Kelahiran anak-anak berbakat inilah yang akan membantu getaran bumi berjalan lebih mulus. Kelahiran mereka ditujukan untuk mengubah tatanan dunia supaya menjadi lebih nyaman. Anak indigo datang ke dunia dengan berbagai misi. Cara yang diambil pun beraneka ragam. Bisa lewat kesenian, pendidikan, ilmu pengetahuan, olahraga, bahkan menjadi paranormal. Anak indigo kebanyakan merupakan pendobrak suatu tatanan yang salah. Karena bertugas meluruskan ketidakbenaran itu, mereka umumnya lahir dengan tipe bijaksana.
Lalu, apakah kemampuan spiritual anak indigo bisa dipelajari? Khusus untuk kemampuan indra keenam mereka, Dr. Erwin memastikan bisa. Menurutnya manusia diciptakan dalam 3 bagian. Pertama diciptakan dalam bentuk roh yang menjadi dasar kehidupan manusia. Lalu roh ini dibuatkan solar body (tubuh matahari). Disebut tubuh matahari karena memang terbuat dari energi cahaya matahari. Tubuh matahari inilah yang sebut tubuh cahaya, tubuh eterik atau tubuh halus, karena tidak terlihat oleh mata biasa. Tubuh halus ini kemudian divisualkan dengan tubuh kasar manusia.
Dengan menggunakan kemampuan tubuh halus, manusia bisa memperoleh indera keenam. Dengan latihan khusus, anak biasa pun bisa memancarkan aura indigo. Disinilah kelebihan anak indigo. Mereka secara otomatis memancarkan aura indigo sejak lahir. Inti latihan kepekaan tubuh halus ini selalu bermuara pada relaksasi, mengistirahatkan tubuh kasar kita. Bisa dengan yoga, meditasi atau kegiatan sejenis lainnya. Dalam kegiatan ini sebenarnya kita berlatih untuk mengenal diri sendiri dan Sang Pencipta secara spiritual, tanpa terbelenggu oleh ritual tertentu. Namun anda jangan berharap kesaktian lebih dari latihan semacam ini karena kepekaan indera keenam seseorang tidak sama dengan orang lain. Ada yang peka sampai bisa melihat atau mendengar, ada yang bisa meraba atau berkomunikasi melalui tulisan. Pada anak kecil yang non indigo, sebenarnya mereka pun mempunyai kepekaan indera keenam. Namun kepekaan ini berkurang seiring dengan penggunaan otak kiri yang mulai intens, biasanya pada saat masuk sekolah.
Namun, terlepas dari beda pandang dalam menyikapi, dari pengalaman yang ada, anak indigo pada dasarnya punya cita-cita berbuat baik dalam menjalani kehidupan di masyarakat. Modalnya sudah di tangan: indra keenam, IQ-nya di atas rata-rata, dan bijaksana. Tinggal memolesnya saja. Dan, itulah yang kini tengah dilakukan oleh sekolah-sekolah barat untuk anak indigo yang sudah banyak bertebaran. Bagaimanapun, mereka adalah anak-anak yang masih dalam tahap berkembang. Terlebih lagi, emosi mereka belum seimbang yang tampak dari warna kepribadiannya yang masih berganti-ganti. Jadi, jangan sampai orangtua mendewa-dewakan anak indigo.

Menurut Jan Tobler dalam pengantar buku The Care and Feeding of Indigo Children ada 10 ciri anak indigo namun pada perkembanganya penulis menemukan 8 ciri baru yang cenderung mencolok penulis tambahkan pada no 11 – 18.


Ciri- cirinya adalah :
1.    Mereka datang ke dunia dengan rasa ingin berbagi;
2.    Mereka menghayati hak keberadaannya di dunia ini dan heran bila ada yang menolaknya;
3.    Dirinya bukanlah yang utama, seringkali menyampaikan "siapa jati dirinya" pada orang tuanya;
4.    Sulit menerima otoritas mutlak tanpa alasan;
5.    Tidak mau/sulit menunggu giliran;
6.    Mereka kecewa bila menghadapi ritual atau pelajaran dan hal-hal yang tidak memerlukan pemikiran yang kreatif;
7.    Seringkali mereka menemukan cara-cara yang lebih tepat, baik di sekolah maupun di rumah, sehingga menimbulkan kesan "non konformistis" terhadap sistem yang berlaku;
8.    Tampak seperti antisosial, terasing kecuali di lingkungannya. Sekolah seringkali menjadi amat sulit untuk mereka bersosialisasi;
9.    Tidak berespons terhadap aturan-aturan kaku (mis.: "tunggu sampai ayahmu pulang");
10.    Tidak malu untuk meminta apa yang dibutuhkannya. Banyak teori yang membahas masalah ini. Yang perlu diamati sesungguhnya apa yang terjadi pada anak indigo ini, seperti kemampuan indra keenam/sixth sense.
11.    IQ mereka Sangat Tinggi walau dalam prestasi akademik mereka biasa-biasa saja.
12.    Anak indigo cenderung melawan peraturan yang sudah ada karena mereka adalah era baru dalam dunia.
13.    Cenderung mereka selalu mendengarkan NURANI dari pada PEMIKIRANYA.
14.    Pemikiran mereka bukan pada umur mereka melainkan pemikiran Orang dewasa dan kadang lebih bijak dari orang-orang dewasa.
15.    Anak indigo yang sudah dalam taraf medium mereka lebih mengutamakan tugas mereka diturunkan didunia dan menyebarkan kasih sayang keseluruh mahluk.
16.    Kebanyakan dari anak indigo sewaktu kecil memiliki teman khayalan dari bangsa halus.
17.    Kelebihan menyeluruh kesegala bidang tanpa mereka menyadarinya.
18.    Kecintaan terhadap alam semesta sangatlah besar


·        

·         GENERASI INDIGO, TITISAN / REINKARNASI MASA LALU?
Dr.TB.ERWIN KUSUMA, SpKJ (K)
PSIKIATER ANAK.
Lahirnya generasi indigo bisa dikatakan sebagai fenomena alam. Sama seperti halnya hewan, manusia pun mengalami evolusi. Tubuh manusia memiliki tujuh cakra, yang tediri dari cakra dasar (merah), cakra perut (jingga), cakra uluhati(kuning),cakra dada (hijau), cakra leher (biru), cakra dahi (nila),cakra ubun (ungu). Energi yang terpancar adalah energi inframerahyang berasal dari alam, sehingga kasatmata.
Cakra ini berkembang seiring dengan keberadaan manusia di muka bumi. Pada awalnya cakra yang berkembang adalah cakra dasar, yang berkaitan dengan kehidupan nabati. Pada periode ini manusia menemukan api, untuk memasak, makan dan minum. Selanjutnya berkembang cakra perut, yaitu dimulainya kehidupan hewani, ditandai dengan penemuan alat gerak sperti roda, dan alat perang seperti tombak.
Saat ini perkembangan cakra erat kaitanya dengan kehidupan insani, yaitu perkembangan organ nalar. Pada periode sebelumnya organ penalaran ini bisa dikatakan tidak aktif. Cakra campuran leherberwarna biru dengan cakra dasar berwarna merah yang getarannyalebih tinggi satu oktaf, menghasilkanwarna biru gelap atau nila. Warna inilah yang disebut sebagai indigo.Generasi indigo ini banyak muncul menjelang era millenium alias tahun 2000-an.
Tidak mudah memang bila kita menyebut mereka sebagai reinkarnasi orang-orang yang pernah hidup di masa lalu. Namun, kenyataan, beberapa anak indigo memiliki kemampuan berbahasa ataupun kemampuan lain, yang belum pernah diajarkan siapapun sebelumnya.Manusia yang memiliki spiritualitas dan intelektualitas tinggi, setelah mati, lahir kembali dengan sosok yang baru, di antaranya dalam tubuh anak indigo ini, untuk tujuan mulia. Dari segi fisik, anak indigo tidak berbeda dengan anak-anak lain.Tapi, memiliki sifat berbeda dari anak-anak sebayanya. Karena telah melampaui generasi biru(nalar), biasanya mereka mendobrak tradisi yang tidak rasional.
Secara sederhana, misalnya mereka dapat memprotes, mengapa masuk kelas harus berbaris?Sebab, bagi mereka, tanpa berbarispun bisa masuk kelas dengan tertib. Atau, mengapa harus tidur jam 9 malam, kalau besok pagi mereka bisa bagun pagi dan tidak terlambat masuk sekolah.
Kecerdasan anak indigo memang berada diatas rata-rata, sehingga biasanya tidak mau bergaul dengan anak seusianya. Mereka dengan mudah menguasai suatu hal hanya dengan, mengamati tanpa diajarkan. Mereka dapat membaca perasaan, kemauan dan pikiran orang lain, dan lebih tertarik pada hal yang berkaitan dengan alam dan kemanusiaan.Nah, karena yang paling berkembangan adalah sisi spiritual, banyak anak indigo yang mampu menjadi pengajar meditasi, guru spiritual ataupun mengobati penyakit, di usia yang sangat belia.
Anak Indigo bukanlah anak yang sakit jiwa. Mereka sering disebut sebagai gifted child atau anak yang memiliki ‘bakat khusus’. Karena itu, agar anak indigo tetap ‘membumi’ dan seimbang. Perlu dukungan dan kasih sayang dari orang-orang disekitarnya. Sebab, jika tidak, mereka dapat mengalami ketakutan dan trauma tersendiri. Berikanlah pengertian yang bahwa mereka memang ‘ istimewa’. Perlakukan dengan penuh perhatian dan kasih sayang, agar mereka tetap merasa nyaman. Selain itu, mereka bisa berkembang sesuai dengan keberadaan mereka di dunia, antara lain dengan menolong sesama.

10 kemampuan anak indigo yaitu kemampuan bawaan sejak lahir di antaranya :



1. Telepati

Telepati adalah kemampuan membaca pikiran dan perasaan manusia atau makhluk lain sering dihubungkan dengan cakra mata ketiga – cakra adalah semacam lubang hitam (black hole) pada jiwa kita – yang posisinya terletak di depan kepala (dahi). Enam kemampuan setelah ini juga mengandalkan kekuatan cakra ketiga.
Mata ketiga tersebut pada tubuh kita terletak di otak bagian depan. Secara fisik berupa ujung-ujung syaraf di kulit luar otak yang berperan sebagai sensor gelombang yang datang.
Setiap kali orang berpikir dan beremosi maka otak akan memancarkan gelombangnya. Gelombang berfrekuensi rendah ini merembet dan memantul ke sana kemari dengan kecepatan cahaya kemudian diindra oleh sensor di otak orang indigo dan diolah di otak untuk diubah menjadi sebuah gambaran.
Kemampuan membaca pikiran dan perasaan – menangkap gelombang – dimiliki hampir semua orang Indigo, termasuk juga anak-anak Indigo yang masih bayi. Sedangkan kemampuan berkomunikasi jarak jauh – mengirim gelombang – hanya dimiliki oleh orang Indigo tertentu saja.

2. Klervoyans
Kemampuan untuk melihat kejadian yang sedang berlangsung di tempat lain. Sama seperti pikiran dan perasaan yang memancarkan gelombang, setiap peristiwa di alam juga memancarkan gelombang. Gelombang tersebut dipancarkan oleh setiap makhluk yang terlibat dalam peristiwa itu, bahkan benda mati sekalipun memancarkan gelombang dari gerak elektron pada atom dan getaran molekulnya. Kemampuan ini meliputi juga kemampuan melihat benda-benda yang tersembunyi atau berada di suatu tempat yang tertutup.

3. Prekognision
Hal ini berhubungan dengan kemampuan memprediksi dan membuat peristiwa yang akan terjadi. Memprediksi peristiwa artinya menggambarkan sebuah kejadian yang akan terjadi sedangkan membuat peristiwa maksudnya menetapkan kejadian yang akan terjadi di masa depan. Kemampuan untuk menetapkan suatu peristiwa di masa depan termasuk kemampuan sulit yang jarang dimiliki oleh orang Indigo secara umum.
Prediksi diperoleh dengan 2 cara, yakni dengan melihat langsung kejadian yang sedang berlangsung di masa depan atau membaca dan menyimpulkan data-data yang ada di masa sekarang dan menyimpulkan sebuah kemungkinan terbesar yang akan terjadi di masa depan.
Cara pertama dilakukan dengan jalan mengembara di dimensi waktu. Rahasianya terletak pada keanehan sifat dimensi waktu. Dimensi waktu tidak berbentuk linier seperti dimensi ruang, tapi berbentukl spiral dengan arah putaran ke dalam dimensi ruang. Anda bayangkan tangga berputar berbentuk spiral di dalam sebuah gedung.
Karena arah putaran spiral dimensi waktu mengarah ke dalam dimensi ruang, maka pancaran gelombang yang dipancarkan sebuah peristiwa di masa lalu atau masa depan bukan berasal dari luar tubuh tapi dari dalam tubuh. Meskipun datangnya gelombang dari dalam tubuh diperlukan usaha lebih keras menangkap gelombang ini karena sifat dimensi waktu yang bisa melebar dan menyempit tak terbatas (tidak berhingga). Inilah yang disebut mengembara di dimensi waktu.
Namun di dalam dimensi waktu terdapat sebuah jalan pintas, yakni adanya dawai kosmik yang terletak memotong spiral waktu. Anda bayangkan sebuah lift yang memotong tegak lurus arah putaran tangga spiral tadi. Perjalanan dengan menggunakan lift pasti lebih cepat dibandingkan dengan menuruni tanggal berjalan berputar.
Pada prakteknya mengembara di dimensi waktu bagi seorang Indigo cukup dengan konsentrasi dan membayangkan suatu waktu (Tahun, bulan, tanggal, atau jam) tertentu – gambarannya bisa berupa kalender dan sebuah jam, dan melihat apa yang terjadi pada saat itu. Akan lebih mudah kalau ada orang / saksi yang diketahui terlibat pada peristiwa itu.

4. Retrokognision
Berhubungan dengan kemampuan melihat dan membuat peristiwa di masa lampau. Yang dimaksud dengan kemampuan membuat peristiwa adalah menetapkan suatu kejadian di masa lampau dan itu berpengaruh kepada masa sekarang. Hal ini juga berhubungan dengan spiral dimensi waktu. Kemampuan ini sangat jarang dimiliki oleh orang Indigo karena jarang dipergunakan.
Yang Umum dilakukan oleh orang Indigo adalah melihat kejadian di masa lalu untuk menjelaskan suatu keadaan yang ada di masa sekarang. Biasanya yang dicari adalah sebab-sebab suatu kejadian, siapakah orang-orang yang terlibat dan bagaimana proses terjadinya.

5. Mediumship
Orang Indigo mempunyai kemampuan untuk menggunakan ruhnya dan ruh orang atau makhluk lain sebagai medium. Orang Indigo mampu berkomunikasi dengan ruh untuk menggali informasi.
Ruh adalah gumpalan energi hidup yang berstruktur (badan, kepala dan anggota badan ruh). Ruh menyimpan kenangan seperti halnya tubuh manusia dengan otaknya. Kenangan yang direkam oleh ruh berasal dari pengetahuan dasar yang bersifat idealis (berasal dari Sang Sumber) dan sudah ada sebelumnya serta pengalaman yang bersifat realistis hasil perjalanan selama hidup bersama tubuh.
Melihat makhluk dan berkomunikasi dengan makhluk lain yang tidak terlihat tapi berada di dimensi kita termasuk dalam kemampuan ini.

6. Psikometri
Bermakna kemampuan menggali informasi dan berkomunikasi dengani objek apa pun. Hal ini dimungkinkan karena setiap benda terdiri dari susunan atom yang membentuk molekul. Molekul pada benda padat, gas atau cair bergetar dan getarannya menghasilkan gelombang. Molekul dan atom itu juga dapat menyimpan rekaman suatu peristiwa. Rekaman ini bisa digali dan dibaca.

7. Sugesti hipnosis
Orang Indigo yang tidak belajar hipnosis bisa menghipnosis dengan kemampuan telepatinya. Walaupun proses sugestinya berjalan lamban namun bersifat permanen dan bisa diwariskan. Contoh adalah hasil sugesti hipnosis yang dilakukan orang-orang Indigo seperti para Rasul, Nabi, wali dan orang suci lainnya. Pengaruh mereka masih terus berbekas hingga sekarang.

8. Analitik
Kecerdasan (IQ) orang Indigo rata-rata di atas 120. Kelebihan dari orang biasa adalah kemampuan analisa data secara cepat, luas dan kontinyu. Data-data yang tersebar dan acak akan dikumpulkan dan saling dihubungkan dengan cepat. Sebuah kesimpulan atau jawaban atas sebuah pertanyaan atau permasalahan bisa diperoleh oleh seorang Indigo hanya dalam waktu beberapa detik, terutama yang berhubungan dengan analisa kejadian alam. Kemungkinan ini berhubungan dengan kapasitas dan kemampuan proses di otak yang lebih besar dari orang umum.

9. Telekinetik
Telekinetik artinya menggerakkan benda dari jarak jauh. Pada umumnya berhubungan kuat dengan kemampuan telepati seperti sugesti hipnosis. Merubah perilaku orang lain dengan mengubah susunan genetik pada spiral DNA dan menggerakkan sel, kelenjar atau organ tubuh dalam sistem metabolisme tubuh. Kemampuan untuk menggerakkan benda dengan massa besar tidak umum dimiliki oleh orang-orang Indigo.

10.Komunikasi dengan Tuhan
Kemampuan ini berhubungan dengan cakra mahkota pada bagian atas kepala yang merupakan pintu komunikasi antara manusia dengan Tuhan. Cakra ini pada orang Indigo berwarna ungu yang sangat kuat terutama pada saat terjadi koneksi dengan Sang Sumber. Hubungan dengan makhluk-makhluk suci seperti malaikat dan dimensi lain yang lebih tinggi, juga terjadi di cakra ini.

10 kemampuan tidak umum ini tidak semuanya dimiliki oleh semua orang Indigo. Namun apabila terus dilatih semua kemampuan akan bisa dimiliki karena pada dasarnya hal itu sudah ada pada setiap Indigo. Untuk orang yang bukan Indigo kemampuan ini juga bisa diperoleh dengan latihan keras dan disiplin, namun seringkali hambatannya juga sangat besar.
Kemampuan-kemampuan tersebut tidak lantas membuat orang Indigo berbuat semaunya dan melakukan kejahatan terhadap makhluk lain. Ingatlah ungkapan berikut ini : “Kekuatan Yang Lebih Menuntut Tanggung Jawab Yang Lebih Pula


Sebetulnya di Indonesia, khususnya di Jakarta, dalam beberapa tahun terakhir banyak media massa yang mengulas tentang anak-anak Indonesia yang memiliki indera keenam atau disebut juga memiliki "mata ketiga". Dalam bahasa populernya disebut indigo child atau sixth sense karena anak-anak tersebut punya ciri-ciri khusus yang agak berbeda dengan anak-anak kebanyakan. Nanti kita akan melihat apa saja ciri-ciri tersebut.
Majalah remaja Hai tahun lalu sudah mengupas tentang indigo child lengkap dengan beberapa contoh anak-anak yang berhasil diwawancara termasuk beberapa artis remaja kita yang menceritakan suka duka punya karunia semacam itu karena ada sebagian orang yang menganggap kemampuan itu bukan sebagai karunia, tetapi sebagai masalah kutukan. Kenapa sampai itu terjadi begitu? Kita lihat ceritanya di bawah ini.
Berbeda dengan anak yang mendapat predikat jenius yang kemampuan otak mereka luar biasa pintar dan menjadikan mereka menonjol dalam prestasi belajar, dan selalu dipastikan selalu menduduki peringkat satu di kelas bahkan di angkatannya, anak-anak yang termasuk indigo child dalam kehidupan sehari-hari bisa terkesan biasa-biasa saja dalam segi prestasi, bahkan ada beberapa yang harus tinggal kelas. Itu sebenarnya bukan berarti indigo child anak yang ber-IQ rendah, malah sebaliknya kalau diperiksa bahkan IQ mereka banyak yang sangat tinggi, setaraf, bahkan lebih dari, IQ anak jenius.
Nah di mana masalahnya, kenapa mereka bisa berbeda. Indigo child kebanyakan malas belajar dan kurang ambisi, bahkan beberapa anak mengeluh sering sakit kepala karena banyak hal yang mereka tidak mengerti berada di pikiran mereka. Walaupun akhirnya kita melihat banyak juga anak indigo memang bisa mencetak prestasi bintang menyamai anak-anak jenius. Istilah Indigo Seperti kita ketahui, manusia umumnya memunyai lima indera, tetapi apa sih yang dinamakan indera keenam, sampai lahir istilah itu. Kata indigo sendiri diambil dari nama warna yaitu indigo, yang dikenal sebagai warna biru sampai violet.
Bagaimana hubungan warna itu dengan anak-anak yang mendapat julukan tersebut dan diketahui memiliki indera keenam, Indera yang dimaksud adalah intuisi, semua orang sebetulnya memiliki intuisi tetapi khusus anak indigo mempunyai intuisi yang luar biasa tajam di atas kemampuan orang kebanyakan. Mereka demikian peka seperti halnya anak jenius mempunyai kepintaran di atas rata-rata, demikian juga anak indigo mempunyai intuisi luar biasa tajam.
Dalam literatur kesehatan seperti yoga, prana, autohipnotis, meditasi dan sebagainya dikenal bahwa manusia selain mempunyai fisik yang bisa dilihat dan diraba juga mempunyai tubuh halus yang hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang berbakat kewaskitaan, yaitu orang yang extra sensory perception (ESP)-nya berkembang dengan baik karena tubuh halus itu berbentuk energi sinar berada di bawah empat oktaf dari kemampuan mata kasat melihat. Mata kasat sendiri hanya mampu melihat warna pelangi, yaitu dari ungu sampai merah. Sedangkan badan halus itu berada di bawah warna merah termasuk far infra red ray (FIR) dengan panjang gelombang sekitar 12-6 mikron, frekuensi 60-120 Hz, dan orang awam mengenalnya dengan sebutkan aura. Yaitu, sinar elektro-magnetik dari tubuh.
Sinar elektromagnetik yang memancar dari tubuh seseorang berbentuk elips mengelilingi tubuh fisik, kualitas warna dan kepadatannya mengindikasikan kesehatan dan karakter seseorang. Untuk mengetahui apa warna sinar elektromagnetik yang dikenal sebagai aura, kini orang tidak perlu menunggu sampai mempunyai kemampuan ESP yang dikenal juga dengan istilah "mata ketiga". Di Jakarta sudah ada mesin foto aura generasi akhir yang disebut Aura Video Station. Di situ kita bisa melihat secara langsung di layar monitor energi sinar elektromagnetik atau aura itu bergerak membentuk selubung dari tubuh fisik sesuai dengan tingkatan kesehatan dan emosi seseorang yang diproyeksikan dengan warna.
Nah, warna anak indigo sementara ini berdasarkan fakta yang terkumpul umumnya berwarna biru sampai violet sebagai dominasi dari aktifnya cakra keenam, yang juga disebut cakra "mata ketiga". Berikut ini kita akan melihat apa itu cakra dan dari mana kaitan warna itu dengan intuisi tajam yang menjadikan seseorang berpredikat indigo dengan ketajaman intuisinya. Di tubuh halus manusia yang disebut juga tubuh bioplasmik diketahui punya pintu-pintu energi. Kesehatan pintu-pintu energi itulah yang mendasari energi elektromagnetik (aura) seseorang dan warna yang tertangkap sebagai pancaran sinar elektromagnetik itu adalah hasil dominasi keaktifan pintu-pintu energi tersebut. Pintu-pintu energi itu disebut cakra diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti roda yang berputar.
Dalam literatur Yoga dikenal tubuh bioplasmik seseorang punya pintu-pintu energi yang berjumlah sekitar 360 dan terdiri dari pintu-pintu besar, sedang, dan kecil. Tetapi yang sangat berperan menghasilkan warna aura adalah pintu-pintu besar, dan dikenal dengan sebutan cakra-cakra utama yang berjumlah tujuh dan punya nama dan warna tertentu, serta memberi intensitas energi sendiri-sendiri pada tiap wilayah kesehatan organ dari tubuh fisik itu sendiri yang dijabarkan sebagai berikut.
1.       Cakra dasar warna energi merah bertanggung jawab untuk kesehatan tulang dan otot di tubuh fisik dan memberi energi pada semangat hidup seseorang.
2.      Cakra kedua warna energi oranye bertanggung jawab untuk kesehatan organ-organ reproduksi dan memberi energi pada kemampuan berinteraksi dengan sesama.
3.      Cakra ketiga warna energi kuning bertanggung jawab untuk kesehatan organ-organ reproduksi dan memberi energi pada ambisi seseorang baik positif maupun negatif.
4.      Cakra keempat warna energi hijau bertanggung jawab pada semua organ yang berada dalam rongga dada dan memberi energi pada timbang rasa perasaan seseorang.
5.      Cakra kelima warna energi biru bertanggung jawab pada organ dalam rongga leher termasuk telinga, hidung dan tenggorokan (THT) dan memberi energi pada kemampuan seseorang dalam berinteraksi dan berkomunikasi, juga berkreativitas halus seperti melukis, dan menulis.
6.      Cakra keenam warna biru energi indigo disebut juga nilai yang bertanggung jawab pada seluruh organ dalam rongga kepala termasuk pancaindera dan memberi energi pada kepekaan intuisi dan ketajaman perasaan (felling) untuk hal-hal abstrak, seperti berpikir cepat.
7.      Cakra ketujuh warna energi violet/ungu bertanggung jawab pada semua organ di kepala, khususnya otak dan memberi energi pada sikap seseorang berhubungan dengan keillahian.
 Jadi, jelas bukan indigo child memiliki ketajaman intuisi karena dari sinar elektromagnetik tubuhnya saja, yaitu auranya yang hampir seluruhnya merupakan tanda keaktifan yang lebih dominannya pintu energi yang satu itu yakni cakra mata ketiga yang terindikasikan mengeluarkan energi berwarna indigo. Umumnya orang yang berbakat sebagai indigo sudah tampak sejak lahir, bahkan kenyataan sebagaimana umumnya juga merupakan karunia yang turun-temurun.
Jadi, secara alami mereka memang punya karunia itu dan ketajaman intuisinya berlainan satu dengan yang lain. Ada yang sangat peka sampai bisa mempunyai penglihatan menembus ruang dan waktu, misalnya sambil mengadakan hubungan telepon dia bisa menebak lawan bicaranya pakai baju warna apa atau sambil ngemil apa, juga mempunyai penglihatan akan kejadian-kejadian yang lalu atau yang akan datang dan keahlian seperti ini dimiliki orang yang dijuluki paranormal. Tetapi, ada juga yang hanya bisa merasakan kenyamanan suatu tempat atau lebih bisa membaca "pikiran orang", ada juga yang bisa mengerjakan sesuatu yang tidak pernah dia pelajari sebelumnya, seperti keahlian olahraga tertentu, menulis, melukis sampai menjadi ahli tata rambut terkenal dsb.
Ada sebagian orang yang berubah menjadi indigo child dan memiliki segala kelebihannya karena terbebas dari suatu penyakit berat atau kecelakaan parah yang biasanya secara medis sudah dinyatakan tidak ada harapan hidup lagi, tetapi tahu-tahu bisa kembali sehat normal dan menjalani hidup seolah baru terbebas dari kematian dan mempunyai kemampuan intuisi tajam, bahkan jadi bisa memunyai keahlian-keahlian khusus, seperti jadi terapis/ pengobat dengan kemampuan khusus/tabib tanaman obat dan sebagainya. Menangani Anak-anak Indigo Umumnya anak Indigo berkepintaran tinggi, walaupun tidak bisa diukur dengan prestasi sekolah dengan ukuran peringkat.
Mereka punya kemampuan berpikir, berdialog setingkat orang dewasa. Jadi, hati-hati kalau berhadapan dengan seorang indigo jangan mengukur kemampuan berpikir mereka dari usia dan pendidikannya. Terkadang apa yang tidak sampai dalam alam pikir kita sebagai orang dewasa, indigo bisa mencapainya. Jadi, terkesan ia banyak akalnya dan banyak maunya, menjadikan mereka suka dicap sebagai anak kecil "sok tahu" atau kalau orang dewasa dicap sebagai orang sombonglah karena suka menganggap lawan berdialog "telmi" (telat mikir). Anehnya apa yang mereka mau, umumnya akan didapatkan dengan mudah dan terkesan tidak masuk akal. Misalnya, anak indigo merengek pada mamanya minta kue kesukaannya, tetapi karena banyak hal sang mama tidak bisa memberinya, dia menangis sambil sesumbar kalau hari ini dia pasti mendapatkan kue tersebut dan dengan tegas dia katakan berulang-ulang pasti akan mendapatkannya! Sang Mama hanya menghela napas di dalam batin berguman sendiri, yang mengatakan walaupun kamu menangis memangnya siapa yang mau memberikan kue kesukaanmu? Tetapi, apa yang terjadi, sore hari sang ayah pulang sambil membawa kue yang dinanti dan ayah mendapatkannya sebagai oleh-oleh dari seorang relasi yang berkunjung ke kantor. Nah kebetulan bukan! Jadi, jangan menyepelekan tekad mereka untuk mendapatkan.
Indigo banyak yang memunyai kemampuan di luar nalar. Misalnya, dia bisa melihat dan berdialog dengan teman-teman di alam lain yang tidak bisa dilihat orang lain atau mendadak piknik keluarga yang sudah dirancang matang jauh hari sebelumnya hanya karena dia merasakan akan mendapat rintangan atau kecelakaan dalam perjalanan, jadi batal. Nah itulah dilema bagi lingkungannya karena kalau intuisi sang indigo dipercaya, batallah piknik keluarga hanya karena perasaan yang tidak berdasar. Tetapi, kalau ditentang juga sudah ada rasa takut bahwa itu adalah firasat dan semua bisa saja terjadi. Akhirnya indigo juga dikecam sebagai "biang kerok" lah, bahkan ada yang menganggapnya sebagai orang sakit jiwa sampai-sampai diharuskan bahkan dipaksa untuk mau diterapi psikiater. Ada seorang remaja datang menangis sambil bertutur bahwa dia bukan mengkhayal, atau gila seperti yang orangtuanya tuduhkan kepadanya.
Yaitu bahwa dia betul-betul melihat makhluk-makhluk pengganggu yang selalu mendatanginya dan menyebabkan salah satu anggota keluarga tersebut sakit berat. Dia katakan kenapa sering melempar barang-barang dalam kamar atau di ruang lain dalam rumah hanya karena dia melihat dan ingin mengusir makhluk-makhluk menyeramkan yang dilihatnya dengan lemparan tersebut, tetapi sang ibu yang merasa sebagai keluarga yang taat dalam beragama kalau sampai mempercayai hal-hal yang dituturkan anaknya adalah sesuatu yang memalukan.
Karena itu, sang ibu berkilah mana ada makhluk halus (setan) yang berani mengusik keluarganya, padahal mereka taat beribadah, rajin berdoa dan sebagainya. Akibatnya vonis yang dianggap tidak waras dan ditempatkannya "sementara" dia untuk dirawat di Klinik Rehabilitasi Jiwa di Jawa Timur. Katakanlah sungguh sangat beruntung kalau anak indigo lahir di tengah-tengah keluarga yang memang punya karunia itu atau paling tidak memahaminya, seperti ibu yang penulis kenal baik, sang ibu bertutur kalau dia dulu sering dimarahi, bahkan dipukul karena sang mama yang panik ketakutan karena diteriaki banyak makhluk kecil yang menyeramkan merambat di tubuh sang mamanya. Sekarang anak tersebut sudah menjadi seorang ibu yang berputra-putri tiga orang dan semua seperti dirinya, putri terbesar memunyai ketajaman intuisi yang luar biasa sampai-sampai semua program yang dibuatnya hampir selalu gol. Misalnya masuk sekolah dengan uang bayaran yang jauh di bawah teman-temannya supaya uang yang diberikan ayahnya tersisa untuk membeli barang-barang khayalannya. Anehnya, jumlah angka rupiahnya bisa persis yang dia rancang dan putri itu punya kharisma yang bisa membuat teman-teman mau membantu apa saja keperluannya mulai dari hal-hal sepele sampai hal-hal yang besar dan repot. Putra kedua seperti ibunya melihat makhluk-makhluk halus berkeliaran dan membuatnya mendapat julukan "si penakut" karena selalu minta ditemani kalau masuk ruangan yang dia katakan makhluknya jail dan dia takut sendirian. Tetapi, karena sang ibu dulu juga mengalaminya, keadaan "lebih beres" daripada mempunyai ibu yang tidak melihat dan tidak percaya bahkan memvonis gila. Putra ketiga memiliki intuisi tajam seperti kakak pertamanya dan suka menjadi mitra bersama ibunya untuk memprogram keinginan-keinginan mulai dari mendapatkan tempat parkir yang gampang di mal-mal yang ramai sampai mendapatkan barang-barang keperluan yang sulit didapat, sehingga bisa didapat dengan mudah karena hanya mereka berdua menyatukan pikiran untuk mendapatkannya. Tinggal sang ayah yang sering dibuat bengong dan sering diteriaki "uuh ayah telmi deh". Coba kita lihat di film-film barat bagaimana pihak kepolisian merekrut orang-orang indigo yang disebut juga cenayang untuk membantu mengungkap kejahatan yang pelik untuk diungkap secara nalar normal. Bahkan, ada sekolah-sekolah atau perkumpulan khusus untuk orang dengan bakat itu. Teman penulis mendapatkan gelar S3-nya dari Amerika untuk bakatnya itu dan merasa sangat bahagia karena toh sekarang dengan karunianya dia bisa membantu sesama dan memerlukannya.
Di Amerika, anak jenius yang ditulis oleh Ibu Theresia Sujanti tersebut langsung ditangani dan diangkat jadi aset negara. Tetapi, di Indonesia perhatian untuk anak jenius saja masih tanda tanya, apalagi untuk anak indigo yang sering dicemooh "ada-ada saja". Nah, sangat disayangkan bukan, diharapkan ada yang mau memelopori dan mendanai untuk membuat klub khusus supaya mereka bisa menarik manfaat dari karunianya. Tidak sedikit anak indigo yang kebingungan dengan kemampuannya menjadi frustrasi dan akhirnya menempuh jalan yang salah dalam mengarungi hidup ini, seperti terjebak dalam pemakaian narkoba karena ingin menghilangkan apa saja yang mereka alami dari lingkungannya yang selalu mencemooh dan mengecapnya sebagai orang miring, anak kacau, anak pembangkang dan sebagainya. Mungkin bagi orang yang tidak mengalami akan terus mencemooh, tetapi penulis yakin di Jakarta saja banyak orang yang masuk kategori indigo child, bahkan beberapa orang yang punya nama besar dengan keahliannya yang memadai, seperti seorang psikiater anak, psikologi, dokter, dosen, guru atau siapa saja yang mau memikirkan masa depan anak-anak, diharapkan untuk membantu mendirikan klab khusus untuk anak-anak itu, dan memberi pengarahan yang benar, agar keadaan anak indigo yang frustrasi tidak menimbulkan kejengkelan, kekacauan keluarga atau "keaiban keluarga" karena dianggap punya anak cacat, yaitu sakit jiwa sungguh memalukan. Jangan menutup kemungkinan bahwa mereka semua bisa berguna bagi kepentingan umum dengan bakat-bakatnya. Setahu penulis untuk orang dewasa di Jakarta sudah ada klub metafisika yang mengadakan kegiatan berkumpul untuk berdiskusi di kalangan mereka sesama anggota dan diadakan sebulan sekali bertempat di suatu hotel di bilangan Jakarta Selatan, tetapi untuk anak sampai remaja sangat diharapkan dan dinantikan terwujudnya klab tersebut. Oke, siapa yang mau memulainya? Ditunggu lho!


Ø        ANAK CRISTAL




1.      Umumnya anak Kristal sensitif, empatik, dan memiliki hati yang sangat peduli. Ketika mereka merasa seimbang secara energi, orang-orang tertarik dengan energi mereka yang penuh kasih, mata yang menawan, dan kepribadian yang kharismatik.
2.       Kristal memiliki presepsi psikis atau intuitif yang kuat dan mungkin berbica terlambat karena mereka lebih memilih berkomunikasi secara telepati daripada secara verbal. Seringkali mereka memiliki kemampuan untuk membaca pikiran anda dan mungkin bingung jika pikiran anda dengan tindakan anda tidak kongruen.
3.      Ketika anak-anak Kristal merasa rentan secara emosional, mereka lebih berhati-hati dan mungkin mudah terpicu ke kekhawatiran dan ketakutan. Jika mereka mengembangkan dengan fokus ke pola pikiran dan perasaan negative, mereka mulai mengalami gejala stress yang dapat tumbuh menjadi masalah kecemasan atau serangan panic.
4.      Anak Kristal menghargai alam dan menikmati banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Ini membantu untuk mengisi ulang baterai (energi) mereka. Mereka juga mencintai binatang, mengembangkan hubungan yang luar biasa dengan mereka dan sering dapat berkomunikasi secara telepati dengan mereka.
5.      Anak-anak Kristal terpesona oleh bebatuan dan kristal, dan mungkin begitu tergila-gila tentang itu sehingga mereka mengoleksi mereka (batu dan kristal) di mana saja mereka pergi. Mereka mungkin tahu kristal mana yang memiliki sifat penyembuhan dan menikmati merasakan energi bebatuan mereka.
6.       Anak-anak Kristal yang Bijaksana dapat diberkati dengan kemampuan menyembuhkan secara alami dan secara intuitif tahu bagaimana menggunakan kristal atau tangan mereka untuk menyembuhkan. Dengarkan wawasan dan pengamatan mereka, dan temukan cara untuk mendorong berkah intuitif dan kemampuan mereka.
7.      Anak Kristal umumnya memiliki semangat yang lembut dan mungkin lebih pendiam dan pemalu, lebih memilih untuk menghindari keramaian dan lingkungan yang keras. Dikarenakan bidang energi mereka yang besar, mereka mungkin menjadi seperti spons yang menyerap energi negative di sekitar mereka. Ini akan menyebabkan mereka menjadi tidak seimbang secara energi, membuat mereka merasa lebih cemas dan tidak aman.
8.       Bila terkena diet yang tidak sehat, racun kimia, logam berat, dan EMF, Kristal lebih mungkin untuk mengembangkan neurotoksin, masalah pencernaan, melemahnya system imunisasi dan Autisme. Dengan upaya, masalah neurologist Autisme dapat dibalik dengan melepaskan logam berat dan racun kimia di dalam otak/ tubuh.
9.      Anak Kristal lebih rentan terhadap masalah kesehatan dan emosional dikarenakan bidang energi mereka yang besar dan system energi yang rapuh. Mereka perlu diajarkan lebih banyak teknik perlindungan energi, dibesarkan dalam lingkungan fisik dan emosional yang sehat, dan diajarkan cara untuk melepaskan emosi negative. Ketika anak Kristal diberdayakan untuk berkembang secara alami dan sehat, mereka mengeluarkan potensi mereka sebagai manusia yang penuh kasih dan empatik, yang membawa sejenis energi kasih yang special ke dunia kita.

Ø  ANAK PELANGI
Anak Pelangi adalah gelombang selanjutnya pada anak-anak setelah Anak Kristal dan Anak Indigo/ Indigo Dewasa ke sini untuk membantu kita dalam tahap berikutnya dari aksesi kita. Sudah ada Anak Pelangi yang hadir di bumi, tapi mereka kemungkinan belum terbangun ke potensial penuh mereka. Anak Pelangi, tidak seperti Anak Indigo dan Anak Kristal, belum pernah berada di bumi sebelumnya.Seorang Anak/ Bayi Pelangi mengasihi tanpa syarat tidak seperti Anak Indigo Kristal yang hanya akan terbuka untuk mereka yang responsive.

Apakah anda orang tua dari Anak Pelangi?                                               
·         Jika rumah anda damai dan fungsional, ada kemungkinan bahwa anda dipilih oleh Anak dan Bayi Pelangi untuk suatu tujuan.
·         Jika anda adalah orangtua Kristal (Kristal Dewasa), juga ada kesempatan yang tinggi (untuk memiliki seorang Anak Pelangi).
·         Jika anda memiliki anak yang lahir antara tahun 2000 – 2005, ada kesempatan.
·         Namun masuknya Anak Pelangi ini dikatakan terjadi antara 2010 – 2030, ini adalah ketika kemungkinan diberkatinya dengan kehadiran Anak Pelangi akan meningkat.

Dikutip dari buku, Angel Medicine
Oleh Doreen Virtue, Ph.D. (Hay House, edisi yang diperbaharui, September, 2004)

Ada generasi baru dari anak psikis dan sensitif yang baru tiba di bumi. Mereka disebut, Anak Pelangi (Rainbow Children). Generasi Pelangi ada di sini untuk membawa kita, energi penyembuhan pelangi, seperti yang dijelaskan artikel ini. Ini dimulai dengan cahaya. Sinar matahari merupakan katalis penting untuk memproduksi kimia otak, serotonin. Serotonin adalah bahan kimia yang terlibat dalam transmisi listrik otak yang mengatur suasana hati, nafsu makan, dan tingkat energi.
Untuk alasan ini, Anak Pelangi dilahirkan oleh Anak Kristal dewasa (pengintai yang lebih dulu datang ke bumi pada tahun 1990). Sebagaimana Anak Kristal lainnya tumbuh dewasa, mereka akan menjadi orang tua yang cinta damai yang melahirkan gelombang baru Anak Pelangi. Para Pelangi yang dilahirkan saat ini adalah pengintai (pendahulu), dan gelombang besar Pelangi akan terjadi selama tahun 2010 sampai 2030. Ini mengikuti pola 20 tahunan yang telah kita lihat sebelumnya pada para Indigo yang sebagian besar terlahir antara 1970 sampai 1990, diikuti oleh Anak Kristal pada 1990 sampai 2010.
Anak-anak Pelangi benar-benar terbuka hatinya dan mencintai tanpa syarat. Tidak seperti Anak Kristal yang hanya menunjukkan kasih sayang kepada orang yang memegang kepercayaan mereka, Para Pelangi mengasihi secara universal. Mereka menyembuhkan kita dengan charka jantung yang sangat besar, dan menyelimuti kita dalam sebuah selimut energi bewarna pelangi yang kita sangat membutuhkannya. Mereka secara harfiah adalah malaikat-malaikat di atas bumi.
Saya secara pribadi hanya bertemu dua anak yang saya tahu dengan pasti adalah para Pelangi (Anak Pelangi). Mereka berdua memiliki kematangan yang jauh melampaui usia mereka. Keduanya menunjukkan tanda-tanda ketidak-takutan kepada orang asing (termasuk orang asing dengan hati tertutup yang Anak Kristal menolaknya). Kedua Anak Pelangi ini memiliki energi yang sangat terpusat pada kekuatan mereka. Dan kedua Anak Pelangi tersebut lebih tertarik dalam memberikan saya perawatan energi dari berbagai tingkat yang sangat tinggi, daripada mereka bermain.
Kita dalam waktu yang sangat menarik di Bumi ini sekarang, dan akan menuju ke waktu yang lebih menakjubkan ketika Para Kristal dan Rainbow dewasa memenuhi planet. Kita sedang menuju masa kedamaian, kerjasama, dan penyembuhan. Kita sekali lagi kembali menuju saat bumi dikelilingi oleh pelangi.


Generasi baru Anak Gold ( Anak Emas )
Anak-anak ini sangat terhubung ke kelompok jiwa mereka dan bekerja dari emosi mereka. Beberapa anak-anak ini tidak pernah berinkarnasi di bumi sebelumnya dan untuk mereka yang sudah pernah berinkarnasi mungkin telah beribu-ribu tahun yang lalu. Anak Emas memiliki kemampuan menenun energi mereka kepada yang lain, melihat jauh ke dalam jiwa orang, kehidupan masa lalu mereka, dan tujuan hidup orang-orang dalam waktu ini. Ini akan berlaku, bahkan dalam kasus di mana orang itu tidak menyadarkan diri mereka sendiri mengapa mereka ada di sini.
Anak-anak ini menemukan realitas sangat sulit untuk ditangani, tidak seperti para Indigo yang merupakan penghancur sistem, dan yang ada di hadapan Anda, anak Emas suka menarik diri ke latar belakang, dan karena mereka cepat dalam mengambil emosi orang-orang, mereka dapat mengambil kesedihan yang ada dalam diri orang. Jadi Anda mungkin melihat seseorang dan berpikir mereka bahagia, tapi Anak Emas, mungkin tidak setuju dengan rasa sakit yang dapat mereka dengar dalam jiwa orang tersebut. Untuk alasan ini, Anak Emas memilih untuk berada di kumpulan mereka sendiri.
Anak Emas terlahir sebagai penyembuh yang mahir menciptakan manifestasi, “melihat” masalah dan merubahnya. Mereka unggul dalam menyembuhkan emosi baik secara fisik maupun genetic dan tidak meragukan kekuatan penyembuhan Sang Pencipta. Meskipun mereka dapat sangat artistic, mereka mengutamakan fokus dalam penyembuhan. Pada usia muda, mereka mampu memilih apa yang mereka ingin lakukan dalam hidup mereka. Banyak yang menjadi dokter, ahli bedah, peneliti medis atau praktisi penyembuhan. Anak Emas rentan terhadap zat lingkungan seperti frekuensi Indigo dan Perunggu, namun dapat melatih tubuh mereka untuk hidup di mana pun di dunia, menjadi mampu untuk beradaptasi tanpa reaksi negative.
Anak-anak ini berbeda dengan indigo, tidak seperti para Indigo yang merupakan penghancur sistem ,karena sikap indigo yang biasanya radikal. Anak Emas suka mencari tahu latar belakang orang lain, dan karena mereka cepat dalam mengambil emosi orang-orang, mereka dapat memahami kesedihan yang ada dalam diri orang. Jika kita melihat seseorang tampak bahagia, maka kita akan berpikir bahwa mereka bahagia. Namun, Anak Emas, tidak demikian. Mereka dapat mendengarkan suara jiwa orang lain, jadi dia bisa mengetahui kondisi orang lain benar - benar bahagia atau tidak
Anak emas terlahir sebagai orang yang mahir melihat masalah dan merubahnya. Mereka ahli dalam menyembuhkan emosi seseorang, membuat orang lain tenang dan keluar dari masalahnya. Mereka bisanya sangat artistik. Pada usaha muda, mereka mampu memilih apa yang akan mereka lakukan di hidup mereka.
Berikut adalah karakteristik dari golden child :Anak Emas akan memiliki karakter yang sama dengan Anak Pelangi Memiliki aura emas Ketertarikan awal terhadap lingkungan Super sensitive terhadap sekitas Rasa ingin tahu yang kuat dan kekuatan pengamatan Kosakata yang luas Memori yang luar biasa Dapat bicara awal dan lancar Kemampuan membaca awal – sering otodidak Dapat memilih untuk berkonsentrasi dalam jangka waktu yang lama Kecenderungan untuk mengajukan pertanyaan cerdik/ tidak biasa Kemampuan untuk ide-ide dengan cepat Selera humor yang “aneh” Membutuhkan tidur sedikit Haus akan pengetahuan tentang mata pelajaran yang paling tidak mungkin Rasa ingin tahu yang tidak terpuaskan Sikap kritis, terutama kritik-diri Membutuhkan orang dewasa yang stabil dan aman secara emosional di sekitar mereka Akan menentang otoritas Dapat menjadi mudah frustasi karena ide-ide besar mereka dan tidak memiliki sumber daya atau orang untuk membantu mereka dalam membawa tugas-tugas ini untuk diselesaikan Belajar dari tingkat eksplorasi dan menolak memori hafalan dan hanya menjadi pendengar Tidak dapat duduk diam kecuali terserap pada sesuatu yang menjadi minat mereka Sangat penuh kasih Jika mereka mengalami kegagalan di awal, dapat menyerah dan mengembangkan blok permanent dalam pembelajaran Membuktikan IQ yang tinggi, tetapi mereka juga sering menunjukkan kreatifitas yang “membeku” Memiliki ketertarikan yang sangat terhadap ilmu pengetahuan dan literature Memiliki berbagai macam minat Akal-pemecahan masalah dengan metode cerdik Kreatif dalam ide-ide baru, melihat asosiasi, mengejar inovasi Terbuka secara perceptual terhadap lingkungan mereka Memiliki kemampuan untuk menggunakan pengetahuan dan informasi selain menghafal Menunjukkan penilaian unggul dalam mengevaluasi hal-hal Belajar dengan cepat, mudah dan efisien Menggunakan banyak akal sehat Mempertahankan dan menggunakan informasi yang telah didengar atau dibaca Persisten Memiliki tingkat energi yang tinggi Independent Ramah dan terbuka Fasih dalam memproduksi dan mengeksplorasi ide-ide Fleksibel dalam pola berpikir Merasakan ketika sebuah masalah hadir Bersikap spontan, secara intuitif Menyajikan beberapa solusi atau tanggapan terhadap masalah Bermain-main secara intelektual, tertarik terhadap fantasi, imajinasi Selalu mencoba beradaptasi atau memperbaiki hal-hal Tidak keberatan menjadi berbeda Bosan dengan hafalan dan pembacaan Menghasilkan hal-hal yang tidak terduga , terkadang memberikan respon yang “konyol” Dipertimbangkan, dan mungkin dibenci, oleh rekan-rekan sebagai “gila” Dapat menunjukkan taraf yang tidak biasa atas orisinalitas, konsentrasi dan kerja keras yang gigih pada proyek-proyek Dapat merangsang, mengatur, dan membangkitkan orang lain Menyadari/ memperhatikan keterampilan dan kemampuan yang dimiliki oleh orang lain Dapat mengartikulasikan ide-ide secara jelas Dapat mendengarkan empati orang lain Berlatih menjadi pemimpin yang andal dan bertanggung jawab Menunjukkan ketahanan, stamina dan ketekunan dalam aktifitas fisik dan berirama Respon cepat terhadap ritme, melodi dan harmoni Menggunakan musik untuk mengekspresikan perasaan atau pengalaman Menikmati menari dan kegiatan dramatis dengan elemen musik Menggunakan suara untuk mencerminkan perubahan dalam suasana hati Mengkomunikasikan perasaan dengan berbagai ekspresi wajah, gerak-gerik dan gerakan tubuh Menunjukkan kemampuan mendramatisir perasaan dan pengalaman Menggunakan seni untuk mengekspresikan perasaan dan pengalaman



Diberdayakan oleh Blogger.